BAB
II
Surah
Al-Isra 17: 26-27, dan Surah
Al-Baqarah, 2: 177
Surah Al-Isra 17: 26-27
Terjemahan:
“Dan berikanlah kepada
keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang
yang
dalam perjalanan; dan janganlah menghambur-hamburkan (hartamu) secara
boros.
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan
setan itu
adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”
1. Perintah
Allah SWT kepada manusia agar
memanfaatkan hartanya dengan benar dan larangan berbuat boros.
2. Perintah
Allah SWT kepada manusia untuk memenuhi hak
(berdasarkan skala prioritas) keluarga dan kerabat, fakir-miskin,
dan orang-orang dalam perjalanan jauh).
Surah Al-Baqarah, 2: 177
Terjemahan:
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke
arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya
kebajikan
itu ialah beriman kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab,
nabi-nabi dan
memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, musafir (yang membutuhkan pertolongan) dan
orang-orang yang
meminta-minta; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan salat, dan
menunaikan
zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan
orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam
peperangan.
Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) ; dan mereka itulah
orang-orang
yang bertakwa.”
Isi kandungan:
Kebajikan
itu adalah iman yang benar. Ciri-ciri iman yang benar berdasarkan Surah
Al-Baqarah, 2: 177 antara lain:
1. Beriman
kepada Allah, para Malaikat, Kitab-kitab, dan
para Nabi
2. Bersedekah
/ Berinfak
3. Mendirikan
salat dan menunaikan zakat
4. Menepati
janji dan senantiasa bersabar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar